Senin, 23 Agustus 2010

Pembuatan Prostesis tepat lutut

Proses pelayanan ortotik Prostetik diawali dengan tahapan Anamesis,Anamnesis merupakan proses pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan melakukan tanya jawab dengan sumber berita. Anamnesis dilakukan dengan dua cara yaitu autoanamnese yaitu anamnesis yang dilakukan dengan bertanya langsung pada penderita, sedangkan heteroanamnese adalah anamnesis yang dilakukan dengan bertanya kepada keluarga atau orang terdekat penderita. langkah selanjutnya Pemeriksaan fisik (stump) secara inspeksi dan palpasi, Pemeriksaan Fungsi yang meliputi pemeriksaan secara sensoris dan motorik dan tidak lupa mengecek kekuatan stump pasien. dan masih banyak lagi yang dilakukan sehingga dalam proses pembuatan tidak terjadi hambatan.
selanjutnya Proses Casting untuk menghasilkan negatif dari stump setelah itu di cor dengan larutan gips setelah kering adalah proses modifikasi untuk membentuk soket quardilateral
setelah itu proses fabrikasi yaitu membuat body betis, SACH Foot, Knee joint komponen.
PROSES FITTING


Pemeriksaan ini dilaksanakan pada saat prostesis belum dipasangkan pada stump pasien. Pemeriksaan ini terdiri dari :
1) Pemeriksaan alignment dari prostesis ( garis berat tubuh sesuai dengan anatomi ).
2) Bibir soket yang berbentuk quadrilateral harus rata dan halus. Serta pada bagian medio posterior lebih lebar karena digunakan sebagai tumpuan yang terbanyak.
3) Pemeriksaan posisi foot, dipasang out ward rotasi 5° - 7°.
4) Pemeriksaan kondisi sepatu yang dipasang pada prostesis.
b. Tahap ke-II
Dalam tahap ini pemeriksaan dilakukan setelah pasien memakai prostesis, tetapi masih dalam keadaan diam. Namun sebelum prostesis dipasang maka perlu memasang stokinet terlebih dahulu pada stump pasien. Pemeriksaan pada tahap ini dilakukan untuk mengecek static alignment prostesis.
1) Pemeriksaan terhadap ketinggian prostesis
Dalam pemeriksaan ini dilakukan pengukuran untuk seat bottom (SB) yaitu jarak dari ischeal seat sampai dengan lantai melalui malleolus mdialis tibia, dan knee bottom ( KB ) yaitu dari mechaniccal knee axis sampai dengan lantai melalui malleolus medialis.
2) Pemeriksaan alignment prostesis dari sisi anterior dan lateral.
3) Pemeriksaan masuknya stump ke dalam soket
Dalam hal ini yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan ketepatan tekanan bibir soket pada tuber ischiadicum dan jangan sampai terjadi lipatan kulit stump.
4) Pemeriksaan adanya rasa sakit atau tidak pada stump.
5) Pemeriksaan suspention, pemasangan sabuk tepat lutut harus kencang dan nyaman dipakai.
6) Pemeriksaan kesejajaran dari SIAS ( Spina Illiaca Anterior Superior )
c. Tahap ke-III
Dalam tahap ke-III ini dilakukan pada saat permulaan gerak. Pemeriksaan ini meliputi antara lain :
1) Pemeriksaan posisi sudut telapak kaki
2) Pemeriksaan body alignment prostesis, dalam hal ini penderita disuruh untuk memindahkan berat tubuhnya pada prostesis
3) Pemeriksaan comfortable ( kenyamanan ) prostesis


d. Tahap ke-IV
Pemeriksaan ini dilaksanakan pada waktu pasien latihan berjalan dengan memakai prostesis atau biasa disebut dengan dynamic alignment. Pemeriksaan ini meliputi :
1) Pemeriksaan ketinggian bahu ( shoulder )
2) Pemeriksaan Centre Of Gravity ( COG ) atau garis berat tubuh.
3) Pemeriksaan langkah prostesis yaitu timing of step ( durasi langkah ), length of step ( kepanjangan langkah ).
4) Pemeriksaan kenyamanan prostesis.
e. Tahap ke – V
Pemeriksaan ini dilakukan pada kondisi stump setelah memakai prostesis. Pemeriksaan yang dilakukan adalah :
1) Pemeriksaan pada kulit stump yang dimungkinkan timbul warna kemerah – merahan ( areas of redness ).
2) Pemeriksaan pada daerah bekas tekanan soket, yang mana jika terlalu berlebihan akan mengakibatkan terjadinya lecet
Proses akhir dari pembuatan prostesis adalah finishing. Dalam prostesis tepat lutut eksoskeletal, proses finishing meliputi :
a. Mematikan hubungan sementara menjadi permanen
Yaitu dengan melakukan pengelingan antara soket dengan komponen sendi lutut yang sebelumnya soket di lapisi kulit vinniel dan side bar yang di cat, setelah di gabung selanjutnya di vuring . Pada komponen bodi betis juga dilapisi dengan dempul pada bagaian yang tidak rata. Kemudian diratakan dan dihaluskan dengan amplas. Sebelum masuk pada proses laminasi dengan resin, maka semua lubang pada komponen tepat lutut ditutup dengan menggunakan larutan gip agar resin dan katalis tidak masuk.
b. Melakukan laminasi dengan resin
Dalam hal ini laminasi body betis dilakukan dengan menggunakan bahan resin, katalis, cat pewarna, kain stockinet dan plastik PVA. Proses laminasinya sebagai berikut: (1) pasang stockinet pada semua komponen, 2 lapis stockinet. lalu memasang plastik PVA di bagian luar. (2) kemudian membuat campuran resin, cat bewarna coklat dan katalis dan aduk hingga merata lalu tuangkan kedalam plastik PVA dan ratakan dengan sehelai kain hingga rata. Apabila sudah rata lalu diamkan hingga adonan bereaksi..
Laminasi soket dengan dilapisi spon 2 mm setelah itu di lapisi vinniel dan direkatkan dengan lem. Laminasi telapak kayu menggunakan kulit kambing / vuring yang telah dimalkan ke body telapak kayu dan telah ditipiskan bagian-bagian ujung dari vuring kambing yang kemudian ditempelkan dengan menggunakan lem. Serta menutup side bar knee joint bagian atas yang menempel pada soket mengunakan vuring.


Proses finishing
5. Edukasi dan home training
Edukasi yang diberikan kepada pasien antara lain adalah (1) Prostesis dapat digunakan sesering mungkin, tetapi dengan satu catatan agar setiap 3-4 jam sekali prostesis harus dilepas agar tidak mengakibatkan penekanan yang berlebih pada stump, sehingga dapat dihindari terjadinya gangguan aliran darah pada daerah stump. (2) saat prostesis tidak digunakan sebaiknya ditempatkan di tempat yang kering dan aman sehingga prostesis lebih tahan lama. (3) pada bagian soket sebaiknya sering dibersihkan karena pada bagian tersebut bersentuhan langsung dengan stump, sehingga jika soket tersebut bersih pasien akan lebih nyaman saat menggunakannya.
Home training dapat dilakukan dengan meminta pasien untuk rajin melatih diri untuk menggunakan prostesis sesuai dengan prosedurnya agar dapat tercapai tujuan menggunakan prostesis ini yaitu untuk mengembalikan fungsi jalan.

0 komentar: